MAKAN HANYA DENGAN KERUPUK

Rabu, 12 Desember 20120 komentar

Saya sempat berada pada satu jamuan makan dengan seorang Profesor Dokter. Saya perhatikan beliau makan hanya dengan lauk kerupuk saja. Nasi plus kerupuk, titik. Padahal menu yang disediakan tuan rumah adalah nasi tutug oncom komplit, ada ayam goreng, pepes ayam, perkedel, tahu tempe, lalap dan sambal yang luar biasa sedapnya. Saya bertanya, “Mengapa Prof hanya makan dengan kerupuk?”
“Saya membatasi diri karena usia sudah kepala tujuh?”
“Apakah Prof sering berbekam?”
“Belum pernah!”
*********
Bagi saya yang sudah mengenal bekam, kejadian tersebut sangat menggelikan. Bekam adalah metode pengeluaran toksid (racun), sedangkan toksid adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Makanan dan minuman kita tidak steril, setiap saat kita bersentuhan dengan asap rokok, kendaraan bermotor, polusi pabrik. Jadi, toksid senantiasa masuk kedalam tubuh, suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar.
Jika tidak pernah dibuang, toksid akan menumpuk dan menjadi sumber penyakit. Metode pembuangan toksid yang paling mudah dan efektif adalah bekam.
Setiap orang sesungguhnya faham akan hal ini. Sayangnya, sangat sedikit yang kemudian menjadikan bekam sebagai solusi. Mengapa? Saya berpendapat, hal ini dikarenakan bekam adalah ajaran Islam, sunnah Rasul, yang tidak diakui oleh kedokteran Barat (konvensional). Kedokteran konvensional selalu mengaitkan penyakit dengan virus dan bakteri sehingga yang dilakukan adalah membunuh virus dan bakteri, diantaranya dengan obat antibiotik. Jika ada kerusakan organ, dilakukanlah operasi dan transplantasi (pencangkokan). Jika obat dan tindakan yang dilakukan dianggap tidak menyelesaikan masalah, yang dilakukan adalah mengurangi rasa sakit (analgesik) dan sekedar memperpanjang usia hidup.
Sedang dalam pandangan kesehatan Islam diajarkan sumber penyakit adalah berbagai sumbatan akibat menumpuknya toksid. Asam urat dan kolesterol adalah jelas toksid yang menumpuk. Penyakit migrain dan vertigo difahami sebagai adanya sumbatan yang menghalangi oksiden naik ke kepala dan masuk otak. Penyakit jantung pun akibat adanya sumbatan atau plak pada pembuluh jantung, terutama oleh kolesterol. Solusinya tinggal berbekam, keluarlah darah kotor beserta toksidnya dan langsung segar lagi.
Dengan rutin berbekam, seseorang senantiasa sehat karena gejala penyakit diantisipasi sedini mungkin. Selanjutnya penyakit-penyakit berat bisa dihindari. Tak akan dijumpai orang sakit jantung, kanker, gagal ginjal dll. Penyakit asam urat dan kolesterol bisa dianggap kelas ringan dan dapat dihilangkan seketika. Orang yang sebelum berbekam berjalan terseret-seret, setelah berbekam langsung bisa jalan dengan tegap.
Dengan pemahaman ini tidak ada yang dinamakan makanan pantangan, kecuali yang haram. Makan apa saja dan kemudian sekali sebulan berbekam. Toksid yang ditimbun selama sebulan dikeluarkan dan badan kembali segar. Lewat darah bekam yang terkumpul dapat diketahui seberapa banyak toksid terkumpul pada bulan itu. Ini adalah bekam berkala, sebagaimana dicontohkan Rasulullah. Dalam keadaan sakit, bekam dapat dilakukan saat itu juga, tidak harus menunggu jadwal rutin bulanan.
Jika tidak pernah berbekam, meskipun makanan dijaga sedemikian ketat, toksid tetap akan menumpuk dan pada saatnya akan menimbulkan penyakit, seperti asam urat. Oleh dokter pasti disuruh berpantang kacang-kacangan. Jika tidak juga berbekam, penyakit lain segera menyusul dan daftar pantangan makanan semakin panjang. Akhirnya seperti kisah pak Prof di awal tadi, makan cukup dengan lauk kerupuk. Kalau sudah begini, makanan pembantu rumah tangganya jauh lebih mewah dibanding makanan sang majikan.


Share this article :

Posting Komentar

 
TEMPLET ISLAM| Sehatkan Ummat, Jaga Akidahnya - All Rights Reserved
Supported : Mulia Holistik | Creating Website | Feri Firmansyah